KABARKAMI. Massaung Manuk berasal dari bahasa Bugis dimana kata saung berarti sabung dan manuk yang berarti ayam. Massaung Manuk atau Sabung Ayam merupakan salah satu tradisi budaya di Sulawesi Selatan yang dilakukan untuk memeriahkan pesta-pesta adat misalnya perkawinan, pelantikan raja-raja, pesta panen dan sewaktu mengeringkan padi di lapangan.
Pada waktu silam, permainan Sabung Ayam ini merupakan kegemaran kaum bangsawan pada umumnya dan juga dapat disaksikan oleh masyarakat umum. Di kalangan raja-raja terkadang mengadakan pertandingan antar kerajaan, yaitu dengan mengundang raja-raja persekutuannya untuk saling mengadu binatang ayam kesayangan mereka.
Beberapa literatur dalam Lontaraq yang juga sehubungan dengan kepercayaan masyarakat tradisional, dikisahkan bahwa yang disabung bukanlah ayam sembarangan, tetapi yang telah diberi mantra atau jampi-jampi selain dirawat dengan cermat demi gengsi pemiliknya.
Usia permainan Massaung Manuk ini sudah sangat tua dan dijumpai hampir diseluruh penjuru nusantara. Menurut cerita rakyat Bugis, dahulu kala yang disabung adalah manusia, yang diselenggarakan oleh kalangan raja-raja/bangsawan sebagai hiburan sekaligus untuk mendapatkan Tobarani (orang pemberani). Salah satu sejarah menyabung manusia yang paling terkenal ditemukan dalam manuskrip tua yang mengisahkan awal mula peradaban Makassar di Gantarang Keke kabupaten Bantaeng. Dikisahkan ketika raja-raja dari empat penjuru angin datang berkumpul di Gantarang Keke, maka sabung manusia menjadi acara wajib untuk diselenggarakan sebagai acara hiburan mereka.
Seiring perjalanan waktu dan peradaban yang berkembang, adu manusia akhirnya dianggap terlalu kejam dan merendahkan martabat manusia, maka digantilah dengan permainan Sabung ayam. Hingga saat ini, sabung ayam masih tetap berlangsung kendati sudah ada peraturan pemerintah yang melarang keras aktifitas tersebut. Hal ini memastikan bahwa masyarakat tradisional di Sulawesi Selatan memiliki keyakinan leluhur bahwa dengan senantiasa melihat pertandingan dan darah, maka akan menambah keberanian dan kesaktian.
foto : Wikipedia
