Showing posts with label WISATA. Show all posts
Showing posts with label WISATA. Show all posts

Wednesday, 18 November 2015

PEMANDANG ALAM BUNTU MUSSA

 Buntu mussa berlokasi di Desa balla peu', Bagi para wisatawan yang suka mendaki dan menikmati pemandanga alam dari ketiggian, makah tempat yang satu ini wajib jadi tujuan wisata yang patut anda coba.

jalur ke buntu mussa terbilang cukup lebih medium dari puncak biasanya, yang uniknya anda akan melalui jalan perkampungan balla, dalam perjalanan anda akan di disugugi pemandanngan sederetan rumah adat tradisional asli mamasa, dan setela melewati perkampungan balla peu ada akan melalui jalan yang setapak yang cukup menanjak, waktu yang dibutuhkan untuk sampai di puncak dari balla peu' sekitar 45 menit perjalan.




Pohon-pohon rindang dan bunga-bunga akan menambah kekaguman anda selama perjalanan. Jika anda berencana mendirikan tenda untuk menginap maka di pagi hari anda akan bisa menikmati matahari terbit dari puncak gunung dan keindahannya patut diabadikan dengan mata dan kamera. Sumber mata air, padang rumput, perbukitan, dan hutan cemara merupakan daya tarik objek wisata ini. Selain flora, terdapat fauna atau hewan-hewan yang masih dilindungi.




WISATA LIANG TEDONG-TEDONG.

 Liang Tedong-Tedong terletak di Buntuballa, kec. Balla. Didalamnya terdapat wadah penyimpanan mayat ( Erong ). Makam kayu yang telah berusia ratusan tahun ini berjumlah 19 buah, ada yang berbentuk perahu dan ada pula yang berbentuk kerbau (Tedong). Erong berdiameter antara 70-120 cm , mempunyai panjang 2-3 m dan tinggi 1-2 m serta terbuat dari kayu local kelas satu ( Uru ).

  

Makam ini berlokasi dipinggir jurang sehingga diharapkan untuk berhati-hati ketika menuju tempat tersebut. Selain itu, sering juga terlihat salah satu jenis serangga yaitu Lebah sebagai penjaga makam tersebut, sehingga sebelum masuk kedalam tersebut, diharapkan untuk membawa Sirih Pinang dan diletakkan didepan kuburan dengan harapan agar penjaga kuburan dapat menerima pada saat kita berkunjung.

Menuraut cerita, pada masa lampau terjadi banjir yang menimpa lembah tersebut dan semua makam kayu tua hanyut terbawa arus air sungai. Namun, makam-makam kuno ini tidak jauh terseret arus dan tanpa disentuh tiba-tiba makam ini berkumpul kembali pada tempatnya seperti semula, kecuali satu makam kayu yang terbawa arus sampai ke kec. Messawa. Sehingga tempat ini diberi namaMinaga, yang diambil dari nama tempat asal makam sebelum terhanyut yaitu Minanga Buntuballa. Makam Tedong-tedong terdaftar sebagai Benda Cagar Budaya      . .  .                                                                 Nasional.


DESA WISATA BALLA PEU'.(Perkampungan tradisional)

Terdapat lebih dari 100 Rumah Tradisiona masing masing dengan Lumbung Padi yang ditempatkan pada bagian depan rumah. Perkampungan Tradisional ini dibangun secara berderet diatas bukit dengan ketinggian  ± 1400 M  diatas  permukaan laut. Terletak di Desa Balla Tumuka’ Kecamatan Balla. Karena keunikan dan ragam budaya/obyek wisata yang dimiliki, desa Balla Tumuka’ telah di tetapkan sebagai Desa Wisata.


Balla Peu’ berarti Wilayah yang dibuka dengan membakar, yang kemudian secara alami di tumbuhi sayur – sayuran.

Karena keunikan yang dimilikinya,  maka desa tersebut ditetapkan sebagai Desa Wisata. Bahkan desa tersebut sedang diusulkan oleh Dinas Peinggalan Sejarah dan Purbakala di Makassar menjadi cagar budaya internasional yang setara dengan Candi Borobudur.
 .                              

Tuesday, 17 November 2015

WISATA ALAM DI KABUPATEN MAMASA

Wisata alam yang terdapat di Kabupaten Mamasa:
" Air Terjun Liawan terletak di Desa Tadisi Kec. Sumarorong
" Gunung Mambulilling Lintas terletak di Desa Mambulilling Kec. Mamasa
" Air Terjun Mambulilling terletak di Desa Mambulilling Kec. Mamasa
" Air Terjun Tetean terletak di Desa Rambusaratu Kec. Mamasa
" Air Panas Kanan Kole terletak di Desa Rambusaratu Kec. Mamasa
" Air Panas Buntu Kasisi terletak di Desa Osango Kec. Mamasa
" Air Panas Taupe terletak di Desa Taupe Kec. Mamasa
" Air Panas Tatoa terletak di Desa Osango Kec. Mamasa
" Air Panas Rante Katoan terletak di Desa Osango Kec. Mamasa
" Air Panas Osango terletak di Desa Osango Kec. Mamasa
" Air Panas Pangkali terletak di Desa Rambusaratu Kec. Mamasa
" Sungai Mamasa terletak di Kab. Mamasa
" Air Terjun Lemo terletak di Desa Lemo Kec. Mambi
" Gua Kelelawar terletak di Desa Pamoseang
" Air Terjun Paneteang terletak di Desa Paneteang Kec. Aralle
" Air Panas Lingku terletak di Desa Uhailanu Kec. Aralle
" Air Terjun Parak terletak di Desa Tawalian Timur Kec. Tawalian
" Air Panas Rante Kamiri terletak di Desa Tawalian Timur Kec. Tawalian
" Puncak Mussa terletak di Desa Balla Tumuka Kec. Balla
" Air Terjun Allo Dio terletak di Desa Balla Tumuka Kec. Balla
" Air Terjun Bunu terletak di Desa Balla Tumuka Kec. Balla
" Air Terjun Sariayo terletak di Desa Balla Satanetean Kec. Balla
" Air Panas Tamalantik terletak di Desa Kanan Kec. Tanduk Kalua
" Hutan Agro Wisata Bussu terletak di Desa Mesa Kada Kec. Tanduk Kalua
" Gua Lokko Ledo dan Sumoa terletak di Desa Pasapa Mambu Kec. Messawa
" Bukit Pasapa terletak di Desa Pasapa Kec. Messawa
" Panorama Tondok Salu terletak di Desa Makuang Kec. Messawa
" Air Terjun Sarambu Silolo terletak di Desa Nosu Kec. Nosu
" Air Terjun Sambabo terletak di Desa Ulu Mambi Kec. Bambang
" Air Terjun Podomasam terletak di Desa Rante Lemo Kec. Bambang
" Gunung Messila terletak di Desa Salu Dengen Kec. Bambang
" Sungai Karakean terletak di Desa Karakean Kec. Bambang
" Wisata Buntu Tamalillin terletak di Desa Tabulahan Kec. Tabulahan



TARIAN ASLI ASAL DAERAH MAMASA SULAWESI BARAT (Tari Bulu Londong )





Tarian ini dulunya merupakan tarian kemenangan Suku Mamasa yang sering dilakukan setelah pulang dari medan perang. Namanya adalah Tari Bulu Londong.

Apakah Tari Bulu Londong itu?

Tari Bulu Londong adalah salah satu tarian tradisional sejenis tarian perang yang berasal dari daerah Mamasa, Sulawesi Barat. Tarian ini merupakan tarian yang dibawakan oleh para penari pria dengan berpakaian dan bersenjata seperti layaknya para prajurit pada zaman dahulu. Seperti halnya tarian perang lainnya, Tari Bulu Londong merupakan salah satu tarian yang sudah hampir punah dan tidak pernah ditampilkan lagi seiring dengan tidak adanya perang seperti zaman dahulu.

Tarian ini kemudian diangkat kembali oleh masyarakat dan para budayawan yang ada disana sebagai apresiasi terhadap budaya lokal dan melestarikannya agar tidak punah seiring dengan pekembangan zaman. Walaupun sudah tidak lagi difungsikan sebagai tarian perang, namun Tari Bulu Londong kini lebih difungsikan sebagai tarian yang bersifat pertunjukan. Sehingga cocok ditampilkan untuk acara seperti penyambutan, perayaan, serta                                                                                          pertunjukan seni dan budaya.

Sejarah Tari Bulu Londong
Menurut sejarah, Tari Bulu Londong dulunya merupakan tarian yang dilakukan oleh para prajurit setelah pulang dari medan perang. Untuk merayakan kemenangan tersebut, mereka lakukan dengan Tarian Bulu Londong ini. Tarian ini dilakukan sebagai ungkapan rasa gembira dan rasa syukur atas keberhasilan serta kemenangan yang mereka dapatkan.

Para prajurit tersebut menari dengan membawa senjata serta kepala musuh yang mereka kalahkan di medan perang. Kepala musuh tersebut mereka pertunjukan kepada warga sebagai bukti kemenangan dan kehebatan mereka. Selain sebagai tarian perang, Tarian Bulu Londong juga sering ditampilkan sebagai bagian dari upacara Rambutuka bagi yang bernazar saat sakit. Ketika mereka sembuh dari penyakit yang dideritanya mereka juga merayakannya dengan tari bulu lomdong ini sebagai ungkapan rasa syukur.

Fungsi Dan Makna Tari Bulu Londong

Seperti yang dikatakan sebelumnya, tarian ini dulunya dilakukan untuk merayakan keberhasilan yang mereka dapatkan seperti kemenangan perang atau mereka yang sebuh dari sakit. Bagi masyarakat di sana, Tarian Bulu Londong ini dimaknai sebagai ungkapan kebahagian dan rasa syukur mereka. Selain itu Tari Bulu Londong kini juga dimaknai sebagai penghormatan kepada para leluhur.

Pertunjukan Tari Bulu Londong

Tari Bulu Londong ini biasanya dibawakan oleh para penari pria. Untuk jumlah para penari biasanya terdiri dari 5 orang atau lebih. Para penari tersebut menari dengan berpakaian perang dan membawa berbagai senjata sebagai peralatan menarinya. Peralatan menari tersebut terdiri dari, terompet bambu, pedang, dan tombak. Selain itu, salah satu penari juga membawa boneka kepala manusia.

Dalam pertunjukan Tari Bulu Londong diawali dengan membunyikan terompet bambu oleh para penari, setelah itu mereka memasuki arena. Setelah memasuki arena, kemudian para penari menari dengan gerakan-gerakannya yang khas sambil diiringi oleh musik pengiring. Untuk gerakan dalam tarian ini lebih didominasi gerakan gerakan tangan memainkan senjata. Pada tangan kanan memainkan pedang dan tangan kiri memainkan tombak. Selain itu pada gerakan kaki yang melangkah menghentak. Gerakan tersebut dipadukan dengan formasi yang berubah ubah sehingga terlihat bervariatif.

Pengiring Tari Bulu Londong

Dalam pertunjukan tari londong ini biasanya diiringi oleh musik tradisional seperti gendang. Gendang yang digunakan biasanya terdiri dari 2 gendang dan dimainkan oleh 4 orang secara bergantian. Sedangkan untuk irama yang dimainkan biasanya bertempo cepat namun disesuaikan dengan gerakan para penari. Selain itu dalam tarian ini juga diselingi dengan syair yang dibawakan oleh para penari. Sehingga saat mengucapkan syair, maka iringan musik dan gerakan tari akan berhenti,  kemudian setelah syair selesai maka musik dilanjutkan kembali dan begitu juga para penari.

Kostum Tari Bulu Londong

Kostum yang digunakan para penari dalam pertunjukan Tari Bulu Londong merupakan kostum perang Suku Mamasa pada zaman dahulu. Selain itu penari juga dilengkapi dengan peralatan seperti senjata dan terompet yang terbuat dari bambu dengan hiasan daun-daun. Untuk senjata yang digunakan terdiri dari pedang dan tombak khas yang dihiasi dengan bulu-bulu.

Selain itu salah satu orang penari biasanya membawa boneka kepala manusia. Pada zaman dahulu kepala manusia yang dibawa merupakan kepala manusia asli, namun karena sekaran lebih difungsikan sebagai tari pertunjukan maka kepala manusia tersebut di ganti dengan kepala buatan atau boneka.

Perkembangan Tari Bulu Londong

Tari Bulu Londong termasuk salah satu tarian yang hampir punah dan jarang ditampilkan seiring dengan perkembangan zaman. Namun tarian ini kemudian diangkat kembali oleh masyarakat dan budayawan di sana. Walaupun sudah tidak difungsikan sebagai tarian perang, namun kesan tari perang dalam Tari Bulu Londong ini masih sangat kental.

Dalam perkembangannya, berbagai kreasi dan variasi dalam pertunjukan juga sering ditambahkan agar terlihat menarik. Namun mereka tidak menghilangkan ciri khas dan kesan tari perang dalam tarian tersebut. Tari Bulu Londong ini kini sering ditampilkan di berbagai acara seperti, penyambutan, perayaan, pertunjukan seni dan festival budaya. Walaupun tidak lagi ditampilkan sebagai tarian perang, hal ini dilakukan sebagai bagian dari usaha melestarikan dan memperkenalkan kepada generasi muda serta masyarakat luas akan budaya yang mereka miliki.

Sekian pengenalan tentang “Tari Bulu Londong Tarian Tradisional Dari Sulawesi Barat”. Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan anda tentang tarian tradisional di Indonesia.

YUK CINTAI DAN LESTARIKAN KESENIAN TRADISIONAL DI INDONESIA!